Dalam setiap hidup manusia terkadang banyak hal yang perlu diingat dan dikenang sebagai sesuatu yang indah. Ketika pertama kali kita menginjak masa remaja dan mencoba mencari arti hidup untuk sebuah cinta pertama. Kekonyolan dan juga ketidaktahuan kita terkadang menjadi sebuah hal yang sangat menggelikan apabila diingat dimasa sekarang. Penampilan diri menjadi sebuah hal yang utama bagi kita sebelum mengeluarkan’zat-zat kimia’ yang akan dapat mengundang ketertarikan lawan jenis. Senyuman, rasa bangga dan gembira sekaligus perasaan takut bercampur aduk menjadi satu rasa yang entah sangat membingungkan untuk bisa dipikirkan dan dilukiskan.
Bualan-bualan cerita romantis melalui surat-surat cinta yang terkadang bisa sangat memalukan untuk dibaca setelah kita beranjak dewasa. Dan ketika kebersamaan yang ada, seolah-olah dunia menjadi milik berdua. Sungguh sesuatu hal yang menggelikan tetapi sangat menyenangkan. Olok-olokan teman seolah menambah rasa rasa itu dalam hati kita. Mungkin sebagai penyemangat ataupun bisa sebagai pelampiasan kecemburuan mereka atas ketidakberhasilannya mendapatkan si dia.
Mungkin hal ini memang merupakan bentuk pencarian jati diri kita sebelum kita benar-benar beranjak dewasa. Mendapatkan cinta tidak hanya sebagai alat untuk bersenang-senang melainkan untuk sebuah komitmen yang sebenarnya. Sebuah komitmen untuk saling mengerti, percaya, dan setia satu dengan yang lainnya. Tiga hal itulah yang sebenarnya bisa mendasari seseorang untuk berani melangkah menuju tahapan yang lebih serius lagi.
Perlu kita ketahui bahwa sikap saling mengerti merupakan cerminan diri untuk bisa berbuat lebih kepada pasangan kita. Dengan sikap saling pengertian, kita secara tidak langsung akan menghargai nilai-nilai keintiman agar tidak melanggar hak-hak pribadi yang masih dimiliki tiap-tiap pasangan. Hal kedua yang perlu dipupuk dalam sebuah komitmen adalah kepercayaan. Kepercayaan adalah ungkapan cinta yang utuh. Dengan sikap saling percaya, kita dan pasangan kita dapat menciptakan iklim yang baik bagi tumbuhnya benih-benih cinta diantara keduanya. Namun sebaliknya, ketidakpercayaan terhadap pasangan akan banyak menimbulkan kesalahpahaman, kecemburuan, atau bahkan rusaknya suatu hubungan. Hal yang ketiga adalah sikap saling setia. Kesetiaan mencerminkan kekuatan karakter. Terkadang kita sangat mudah dalam mengucapkan janji setia, namun terkadang sulit untuk menjalaninya karena banyak sekali godaan yang bisa menggoyahkan kesetiaan. Tapi dalam keadaan apapun kesetiaan harus dijaga, sebab tidak mungkin mempertahankan keindahan cinta tanpa adanya kesetiaan.
Jadi, dengan semua pengalaman yang pernah terjadi dalam hidup kita dan dengan sebuah komitmen yang telah mengikat kita akankah kita menyelesaikan cerita kehidupan kita dengan akhir yang membahagiakan? Semua itu terserah pada anda.










0 komentar:
Posting Komentar