Minggu, 14 Februari 2010

Dilema Cinta dan Persahabatan


Dilema Cinta dan Persahabatan

Persahabatan dan cinta bagai dua sisi mata uang yang saling berkaitan. Dimana ada cinta, disitu juga ada sebuah persahabatan. Tapi sering kali dalam perjalanannya persahabatan menjadi rusak karena cinta. Sebuah analogi sederhana mengatakan bahwa persahabatn ada karena cinta, tetapi apakah benar jika persahabatan juga bisa rusak karena cinta?
Dalam sebuah persahabatan, pastilah melahirkan sebuah kasih sayang. Dan bagaikan seorang bayi, kasih sayang pasti tumbuh dan berkembang seiring waktu menjadi sebuah cinta, cinta yang tulus. Tetapi apakah nilai murni cinta yang terlahir dari sebuah persahabatan dapat membunuh persahabatan itu sendiri? Persahabatan yang ternoda / rusak pastilah akan memilih jalan menuju ke sebuah kekecewaan, perasaan ditinggalkan, atau bahkan pada sebuah harapan kosong akan adanya keselarasan hubungan antara cinta dan persahabatan itu sendiri.
Demikian halnya cinta. Cinta yang rusak pasti akan melahirkan keputus asaan, kebencian, dan mungkin perasaan dibohongi atas semua ketulusan yang telah diberikan. Tetapi perlu diperhatikan bahwa jika antara persahabatan dan cinta tidak memiliki keselarasan, maka hanya akan ada kesedihan dan kesendirian yang meraja. Tidak ada orang di dunia ini yang bisa hidup tanpa cinta, dan untuk persahabatan, meskipun banyak orang lebih melirik cinta untuk disanding dalam hidupnya, kemurnian kasih sayang yang terlahir dalam sebuah persahabatan terasa lebih tulus. Cinta bisa membutakan, tetapi persahabatan bisa menunjukkan jalan. Persahabatan bisa memunafikkan, tapi cinta bisa memurnikan.
Memang banyak orang ingin memisahkan cinta dengan persahabatan karena mereka merasa bahwa keduanya tidak bisa berjalan beriringan. Tapi apalah daya salah satu dari keduanya apabila yang lain tidak ada untuk melengkapi. Semua tergantung darimana kita memandangnya. Sebuah persahabatan yang dihiasi oleh cinta tentu akan menjadikan persahabatan yang abadi. Mungkin memang dalam perjalanannya persahabatan akan menemui jalan berbatu karena cinta yang muncul. Tetapi itu semua bukanlah alasan seseorang untuk memutuskan sebuah persahabatan. Dengan adanya cinta yang muncul dalam sebuah persahabatan, terkadang menjadi pelajaran bagi kita untuk bisa lebih memahami keadaan yang terjadi walaupun keadaan tersebut sangat pahit. Pendewasaan diri yang muncul bahwa segala sesuatunya tidaklah selalu seperti yang kita inginkan. Lihatlah sisi baik yang ada karena dengan persahabatn dan cinta kita dapat belajar mengenai kasih sayang, saling pengertian, dan kelemahlembutan.

0 komentar:

Posting Komentar